130 Pelanggan Industri PGN Nikmati Harga Gas USD 6 per MMBTU

130 Pelanggan Industri PGN Nikmati Harga Gas USD 6 per MMBTU

130 Pelanggan Industri PGN Nikmati Harga Gas USD 6 per MMBTU

130 Pelanggan Industri PGN Nikmati Harga Gas USD 6 per MMBTU – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menjual gas dengan harga USD 6 per MMBTU kepada 130 pelanggan. Kontrak penjualan harga gas ini merupakan salah satu implementasi Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) 89K Tahun 2020 terkait penyediaan kebutuhan gas bumi untuk industri sektor tertentu.

Direktur Utama PGN Suko Hartono mengatakan, agar pelaksanaan implementasi Keputusan Menteri ESDM 89K Tahun 2020 secara proposional akan segera dilaksanakan PGN untuk pelanggan sektor industri tertentu.

Dengan alokasi gas sebanyak 191,78 BBTUD dan untuk waktu yang diberlakukan sejak 13 April 2020.

Saat ini PGN telah efektif memberlakukan kebijakan harga gas USD 6 per MMBTU secara proporsional ke 130 pelanggan dari keseluruhan jumlah pelanggan industri yang mendapatkan manfaat dari Kepmen ESDM 89K Tahun 2020 sebanyak 188 pelanggan.

Adapun volume proporsional yang disalurkan meliputi industri baja sebanyak 18,03 BBTUD, kaca glassware sebanyak 4,38 BBTUD, kaca lembaran sebanyak 12,48 BBTUD, keramik sebanyak 27,75 BBTUD, oleokimia sebanyak 8,03 BBTUD, petrokimia sebanyak 82,61 BBTUD, dan sarung tangan karet sebanyak 0,56 BBTUD.

Kemudian, kepada pelanggan yang belum mendapatkan manfaat Kepmen tersebut, seiring dengan penyelesaian amandemen harga beli dari produsen minyak dan gas bumi atau Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS), untuk  Daftar sbobet88 seluruh pelanggan sektor industri tertentu.

Sampai saat ini, PGN Grup dan mitra KKKS telah menyelesaikan 9 amandemen harga beli gas dari total 17 dokumen amandemen.

Peluang

Sehubungan dengan penyelesaian amandemen harga beli gas dengan produsen migas, Suko menjelaskan bahwa dokumen amandemen diperlukan sebagai dasar amandemen atas ketentuan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dan atau Side Letter dengan pelanggan industri tertentu di hilir.

Dia mengatakan jika kebijakan ini sebagai opportunity dimana akan lebih banyak industri yang bisa menjangkau penggunaan gas bumi.

“Kami juga berharap dengan pulihnya kondisi setelah masa transisi pembatasan karena pandemic ini, industri sektor tertentu dapat meningkatkan konsumsi gasnya secara optimum sehingga pemanfaatan gas bumi ini akan mendorong daya saing industri dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Suko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *