BRI Bakal Kembali Turunkan Suku Bunga Dasar Kredit

BRI Bakal Kembali Turunkan Suku Bunga Dasar Kredit

BRI Bakal Kembali Turunkan Suku Bunga Dasar Kredit

BRI Bakal Kembali Turunkan Suku Bunga Dasar Kredit, – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berpotensi kembali menurunkan suku bunga dasar kredit, sebagai upaya untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN). Hal ini disampaikan oleh Direktur Keuangan BRI, Haru Koesmahargyo, di Jakarta, Kamis.

Haru menjelaskan kepada http://ratutogel.com/, penurunan suku bunga dasar kredit diberikan untuk segmen pinjaman ritel dan mikro.

“Untuk pinjaman ritel turun 5 basis poin menjadi 9,75 persen, sedangkan mikro turun 25 basis poin menjadi 16,50 persen. Sementara itu, untuk segmen korporasi dan kredit konsumer tidak mengalami perubahan, dimana seluruhnya masih belum memperhitungkan premi risiko,” urainya.

Sejak Maret BRI telah bertahap menurunkan suku bunga kredit

Ketentuan tersebut akan berlaku efektif mulai 31 Oktober 2020. BRI sendiri telah menurunkan suku bunga kreditnya secara bertahap sejak pandemik Covid-19 terjadi di Indonesia pada Maret yang lalu.

“Dengan adanya penyesuaian suku bunga kredit yang baru, tentu kami harapkan mampu mendorong pemulihan iklim dunia usaha utamanya para pelaku UMKM yang menjadi core business BRI,” imbuh Haru.

BRI akan terus membuka peluang untuk melakukan penurunan bunga kredit

Ke depan BRI akan terus membuka peluang untuk melakukan penurunan bunga kredit dengan mempertimbangkan seberapa besar penurunan biaya dana atas penghimpunan dana masyarakat serta melihat kondisi pasar yang ada.

Haru juga menyatakan bahwa dalam kaitannya mendukung program Pemulihan Nasional (PEN). Melalui program restrukturisasi kredit untuk nasabah terdampak Covid-19. BRI telah menurunkan rate pinjaman antara 2 persen hingga 5 persen.

Program PEN Pemerintah semakin memberikan kepercayaan diri BRI untuk menyalurkan kredit

Haru mengatakan, meskipun fokus pada penyelamatan UMKM melalui restrukturisasi kredit. BRI masih mampu mencatat pertumbuhan bisnis yang positif dengan likuiditas yang manageable.

“Sejalan dengan mulai kembalinya aktivitas ekonomi, restrukturisasi menunjukkan perbaikan dengan tren yang terus melandai dan permintaan kredit pelaku bisnis UMKM mulai meningkat. Selain itu, adanya implementasi program PEN dari Pemerintah semakin memberikan kepercayaan diri bagi BRI untuk menyalurkan kredit dengan tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian,” kata Haru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *