Cara Mengontrol Keuangan selama Masih Ada Utang

Cara Mengontrol Keuangan selama Masih Ada Utang

Cara Mengontrol Keuangan selama Masih Ada Utang

Cara Mengontrol Keuangan selama Masih Ada Utang – Memiliki utang sepertinya cukup membuat resah sebagian orang. Pasalnya, saat memiliki utang seseorang akan cukup sulit untuk membuat perencanaan keuangan untuk masa depan.

Setiap bulanya, diharuskan untuk membayar tagihan kartu kredit atau membayar cicilan kendaraan. Sementara kebutuhan lainya juga harus dipenuhi, terkadang tidak sempat untuk menabung.

Kita mungkin pernah mengalami kondisi sulit seperti terjebak utang. Sebenarnya utang bukan hal yang selalu negatif. Ini bisa terjadi saat ada kebutuhan mendesak, sementara kita belum menyiapkan dana darurat.

Utang bisa menjadi negatif jika kita melakukannya terus menerus, gali lubang tutup lubang yang akhirnya membuat kita terjebak sama ‘lingkaran setan’ itu.

Walaupun cukup rumit untuk membuat perencanaan keuangan di saat masih memiliki utang, bukan hal yang mustahil untuk tetap mengatur keuangan, agar tetap bisa menabung atau berinvestasi. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi orang yang masih memiliki utang, untuk bisa menabung.

Tahu kebutuhan dan perketat pengeluaran

Financial planner dari Finansialku.com, Shierly menyarankan kamu mengetahui dulu kebutuhan kamu.

“Jadi paling gak tahu dulu kebutuhan berapa, bisa tahan berapa lama dengan dana yang dipunya,” kata Shierly beberapa waktu lalu.

Kalau kamu sudah tahu kebutuhan kamu apa, maka akan lebih mudah bagi kamu untuk memperketat pengeluaran. Beli yang kamu butuhkan, bukan yang kamu inginkan. Sisa uang yang ada diprioritaskan untuk membayar utang.

Cari dana tambahan untuk bayar utang

Kedua, kalau sebentar lagi utang kamu jatuh tempo, kamu harus cari penghasilan tambahan. Bisa dengan cari kerja sambilan atau jual aset kamu.

“Coba cari tambahan uang. Apakah dari peluang yang ada, atau ada aset yang bisa dilikuidasi. Untuk aset tidak ada syarat untuk persentase,” ujar Shierly.

Jangan utang untuk hal konsumtif

Di awal kita tahu utang tidak selalu buruk. Nah kita juga harus hati-hati dengan utang konsumtif. Maksudnya adalah berutang untuk membeli barang yang nilainya bisa turun di masa mendatang.

Kayak beli motor dan ponsel seri baru, atau barang elektronik. Coba pikirkan, dengan beli motor dan ponsel baru apakah kamu dapat manfaat lebih? Kalau tidak terlalu penting, lebih baik maksimalkan yang ada.

Jangan konsumtif dan lapar mata

Kesalahan kita paling dasar adalah mudah tergiur sama barang, jasa atau produk baru. Apalagi produk yang didiskon, promo atau dapat cashback. Coba tahan dulu untuk sementara, setidaknya sampai utang kamu lunas.

Kamu bisa memulai dari tidak membeli barang yang konsumtif seperti beli kopi, boba, nonton film di bioskop dan lain-lain. Ini seharusnya jauh lebih mudah karena kamu tidak sering pergi ke mal di tengah pandemik ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *