Dampak Resesi Bisa Ancam Sektor Pariwisata

Dampak Resesi Bisa Ancam Sektor Pariwisata

Dampak Resesi Bisa Ancam Sektor Pariwisata

Dampak Resesi Bisa Ancam Sektor Pariwisata, – Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Budijanto Ardiansjah mengatakan resesi Indonesia tidak dapat dihindari.  Resesi ini bisa membuat sektor pariwisata berpotensi melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawannya.

Dikutip dari http://manutdnetwork.com, Bahkan, menurut Budi, sektor pariwisata harus terus bergerak untuk agar tidak bernasib seperti zombi. Pasalnya pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun minus 1,1 sampai 0,2 persen.

“Mau tidak mau kegiatan pariwisata harus kita lakukan. Kalau sektor pariwisata menunggu terus akan jadi zombi. Tetap dibuka tapi harus dengan penerapan protokol kesehatan. Kalau belum laksanakan, belum ada dorongan aktivitasnya bisa repot. Kalau gak mati karena COVID-19 ya mati karena kelaparan,” kata Budi, Senin.

1. Ancaman PHK di sektor pariwisata

Budi mengatakan akibat resesi ini bisa berpotensi ada PHK pada sektor pariwisata. Menurutnya, sudah banyak pelaku pariwisata yang alih profesi dan menutup sementara usahanya sejak tiga bulan lalu akibat dampak COVID-19 yang menghajar industri ini.

“Dari Juni sudah ada pelaku pariwisata mulai menutup sementara. Cahsflow kami belum aman,” kata Budi.

2. Butuh pergerakan pemerintah membelanjakan anggarannya

Dalam dua bulan terakhir ini, sektor pariwisata baru bergerak pada wisata lokal. Hal ini membuat pelaku usaha belum mendapat banyak keuntungan. Budi menilai pemerintah harus membelanjakan anggarannya pada sektor pariwisata melalui travel agent agar terjadi pemerataan pemasukan bagi pelaku usaha pariwisata.

“Hotel sudah mulai (ada pendapatan), restoran belum, travel ada progres tapi masih kecil. Kita minta pemerataan belanja pada perjalanan pemerintah. Kita harap pemerintah tidak langsung deal dengan hotel, kita harap bisa deal lewat travel agent supaya rata pembagiannya. Karena kalau agen menghubungkan dengan rantai industri,” ujar Budi.

3. Dampak buruk resesi bagi daerah pariwisata

Tidak hanya bernasib seperi zombi dan ancaman PHK. Akibat resesi yang akan terjadi pendapatan nasional dan daerah pun bisa menurun, terlebih bagi daerah yang bergantung pada sektor pariwisata.

“Resesi ini bisa berdampak pada macam-macam seperti transportasi, pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial, infrastruktur, kesehatan dan lainnya,” ucap Budi.

Untuk itu, ia meminta agar pelaku pariwisat dan masyarakat yang berwisata dapat menjaga protokol kesehatan. “Masih ada kelonggaran dan masyarakat yang belum sipolin. Orang kita suka kelupaan,” katanya menambahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *