Industri Perhotelan ini Masih Raup Pendapatan saat Pandemi

Industri Perhotelan ini Masih Raup Pendapatan saat Pandemi

Industri Perhotelan ini Masih Raup Pendapatan saat Pandemi

Industri Perhotelan ini Masih Raup Pendapatan saat Pandemi perusahaan pengelola Fitra Hotel Majalengka. PT Hotel Fitra International Tbk masih mencatatkan pendapatan sepanjang semester saat pandemi Covid-19 yang menerpa hampir semua sektor bisnis dalam Tanah Air termasuk sektor properti, real estate, dan jasa perhotelan.

Direktur Utama PT Hotel Fitra International Tbk Joni Rizal mengatakan kondisi makro ekonomi saat ini belum sepenuhnya mendukung industri perhotelan apalagi saat pandemi.

“Sejumlah sentimen negatif terjadi saat ini salah satunya pelambatan ekonomi global, fluktuasi harga-harga komoditas domestik, serta pertumbuhan ekonomi domestik yang lebih rendah dari perkiraan,” kata dia.

Prospek bisnis Perseroan pada 2020 ini tentu akan penuh dengan tantangan sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19.

Dimana perhotelan termasuk salah satu sektor usaha yang mengalami pukulan yang sangat berat.

“Sepanjang tahun 2019 lalu, pendapatan Perseroan meningkat 17 persen menjadi Rp 9,48 miliar. Dari tahun 2018 Rp 8,07 miliar dan dari tahun 2017 sebesar Rp 2,48 miliar. Perseroan masih mencetak rugi bersih tahun lalu Rp 6,14 miliar, dari tahun 2018 rugi bersih Rp 4,81 miliar,” jelas Direktur Keuangan Hotel Fitra International Sukino dalam keterangan tertulis Jakarta.

Dia mengungkapkan, Perseroan mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 2,07 miliar pada semester I-2020. Pencapaian itu terkoreksi 49 persen daripada dengan periode yang sama tahun 2019 yakni sebesar Rp 4,06 miliar, karena tak bisa menghindari mengingat pandemi virus corona membuat tingkat okupansi bisnis hotel perusahaan terkena dampak.

Sumber Pendapatan
Pendapatan terbesar perusahaan masih berasal dari jasa hotel sebesar Rp 1,11 miliar. Kemudian menyusul lini bisnis breakfast, pendapatan dari banquet, food and beverage, laundry, transportasi, dan lainnya. buycheapmichaelkorsoutlet.com

Penurunan pendapatan akibat pandemi ini membuat kinerja bottom line perusahaan terganggu. Perseroan mencatatkan rugi bersih yang mengatribusikan kepada entitas induk. Sebesar Rp 5,21 miliar, dari periode semester I-2019 yakni rugi bersih Rp 3,45 miliar.

Namun, kendati kinerja pendapatan menurun. Hotel Fitra yang sebelumnya bernama PT Hotel Fitra Syariah. Ini bisa membukukan kenaikan aset perusahaan menjadi Rp 63,12 miliar dari Desember tahun lalu sebesar Rp 60,84 miliar.

Aset tahun lalu itu juga meningkat dari tahun 2018 yakni sebesar Rp 47,07 miliar dan tahun 2017 Rp 46,77 miliar.