Ini Pelanggaran Berkendara saat PSBB yang Bakal Ditindak

Ini Pelanggaran Berkendara saat PSBB yang Bakal Ditindak

Ini Pelanggaran Berkendara saat PSBB yang Bakal Ditindak

Ini Pelanggaran Berkendara saat PSBB yang Bakal Ditindak – Beberapa daerah, terutama Jakarta dan sekitarnya mulai menerapkan kendala sosial kami besar (PSBB) untuk mencegah penularan virus Crown (COVID-19). Pengguna kendaraan bermotor dibatasi.

Di Jakarta, aturan tentang PSBB ditulis dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta PSBB Nomor 33 tahun 2020. Pelanggar akan menerima hukuman yang cukup berat. Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Sbobet88 Casino, pelanggar bisa menerima hukuman maksimum satu tahun dan denda sampai $ 100 juta.

Dari Senin (13/4) Polda Metro Jaya kemarin mulai bekerja pada pengendara yang melanggar PSBB. Tidak menjadi denda Rp 100 juta atau penjara hingga satu tahun, tapi tidak lebih dari peringatan tertulis.

peringatan tertulis bahwa data mereka akan disimpan dalam database Polri. Dan jika pilot mengulangi kesalahan yang sama, memberikan hukuman yang lebih keras.

Pelanggaran perjanjian? Dalam Pergub Nomor 33 tahun 2020, ada beberapa pembatasan yang ditulis untuk pengendara sepeda motor dan mobil pribadi.

Pelanggaran berikut akan diperlakukan selama sepeda motor PSBB:

– Jangan menggunakan masker
– Jangan menggunakan sarung tangan
– Suhu tubuh pengemudi / penumpang di normal atau sakit
– Jalur Sepeda Motor taksi penumpang
– angkutan penumpang Sepeda Motor yang tidak pribadi alamat (ID).

Dan di bawah pelanggaran tertentu mobil penumpang pribadi selama PSBB:

– Jangan menggunakan masker
– lebih besar dari jumlah maksimum 50% dari kapasitas kendaraan
– Suhu tubuh pengemudi / penumpang di normal atau berpenyakit.

Ketika Corona (COVID-19) serangan virus pandemi, banyak sektor ekonomi yang sukses. Tidak hanya ojek online driver (ojol), ada banyak profesi yang mengandalkan pendapatan harian oleh COVID-19 pandemi.
transportasi pengamat juga Kepala Urusan Masyarakat Promosi dan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno ia mengatakan bahwa pemerintah atau BUMN harus dapat melakukan keadilan untuk seluruh profesi angkutan umum. Seperti diketahui, controller sekarang ojol bentuk istimewa dari uang bensin kembali. Djoko menyayangkan memberikan uang kembali tidak adil untuk semua angkutan umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *