Kebangkitan Ekonomi RI Akan Jadi Salah Satu yang Tertinggi

Kebangkitan Ekonomi RI Akan Jadi Salah Satu yang Tertinggi

Kebangkitan Ekonomi RI Akan Jadi Salah Satu yang Tertinggi

Kebangkitan Ekonomi RI Akan Jadi Salah Satu yang Tertinggi, – Pandemi virus corona (Covid-19) memberikan dampak ekonomi terhadap negara di dunia termasuk Indonesia. Kabar baiknya, Indonesia dapat bangkit di tengah dampak ekonomi akibat pandemi tersebut.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, pemulihan dan prospek ekonomi Indonesia berada dalam barisan terdepan di antara negara-negara Asia. Prospek tersebut merujuk data yang disampaikan Bank Dunia.

Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, angka kesembuhan COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 79,7 persen. Sementara angka kematian, telah menurun dibanding minggu lalu yaitu 3,5 persen.

Karena menurutnya, hal itu bisa menjadi pemicu dalam mengatasi masalah kesehatan maupun menyelesaikan berbagai dampak ekonomi yang diakibatkannya.

“Menurut data Bank Dunia, di negara-negara Asia, pemulihan dan prospek ekonomi Indonesia berada dalam kategori terdepan. Bahkan, dalam 2 atau 3 tahun mendatang, kebangkitan kembali ekonomi Indonesia diperkirakan akan menjadi salah satu yang tertinggi di dunia,” kata Airlangga dalam Acara Puncak HUT ke-56 Partai Golkar yang disiarkan secara virtual oleh https://maxbetresmi.com/, Sabtu.

UU Cipta Kerja jadi terobosan untuk tingkatkan ekonomi

Namun, semua itu tidak akan datang dengan sendirinya. Airlangga mengatakan, semua pihak harus bekerja keras untuk mewujudkannya. Dalam konteks ini, pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja oleh DPR perlu diapresiasi.

Airlangga menilai, UU itu hasil kerja sama produktif dari berbagai pihak. Mulai dari DPR, eksekutif, maupun berbagai elemen masyarakat.

“Pada esensinya, UU Cipta Kerja adalah sebuah terobosan historis. Sebab, untuk pertama kalinya reformasi ekonomi Indonesia dilakukan lewat lembaga perwakilan yang demokratis, tanpa desakan dan paksaan siapa pun,” kata Airlangga.

UU Cipta Kerja diharapkan membuka lapangan kerja bagi generasi muda

Airlangga mengatakan, setiap tahunnya ada 3 juta generasi muda Indonesia yang lulus sekolah di berbagai tingkat. Generasi muda ini, kata dia, sangat membutuhkan lapangan kerja yang terbuka. Tapi, Airlangga melanjutkan, pandemik virus corona menyebabkan sekitar 3 juta orang menjadi pengangguran baru.

“Itulah salah satu tantangan terbesar kita. Insyaallah, di tahun-tahun mendatang, dengan terobosan baru UU Cipta Kerja, serta dengan peran aktif semua pihak, Indonesia akan berhasil mengatasi tantangan besar ini,” ucapnya.

UU Cipta Kerja diharapkan bisa menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia

Airlangga menyampaikan, dengan adanya UU Cipta Kerja, pemerintah ingin membuka kesempatan luas kepada semua pihak untuk berusaha dan memajukan usaha mereka, khususnya sektor usaha kecil dan mMenengah atau UMKM.

“Dengan melakukan harmonisasi peraturan, serta dengan menyederhanakan dan memangkas berbagai aturan yang berbelit. Kita mendudukkan peran pemerintah, baik di pusat dan di daerah, sebagai pelayan masyarakat yang lebih efektif. Pemerintah menjadi pendorong, bukan penghambat bagi rakyat kita untuk meningkatkan peri kehidupan mereka,” ucap dia.

Airlangga menilai, faktor penentu kemajuan sebuah bangsa terletak di sejumlah hal. Di antaranya inovasi dan kreativitas berusaha, ketangguhan dalam bekerja, kemampuan adaptif, serta peran pemerintah yang tepat, strategis, dan efektif.

“Kita harus bangga, bahwa dalam situasi keprihatinan saat ini, Indonesia menjadi negara pertama yang melakukan langkah-langkah reformasi struktural dan reformasi birokrasi untuk merebut masa depan yang lebih baik,” kata dia.

“Itulah esensi pemikiran yang berada di balik terobosan besar UU Cipta Kerja. Dengan semua ini, kita ingin bergerak lebih cepat lagi dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” sambung Airlangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *