Mengenal Lebih dalam Kota Suci Yerusalem

Mengenal Lebih dalam Kota Suci Yerusalem – Yerusalem, selalu berada di pusaran konflik Israel-Palestina. Keputusan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat pada 2017, untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sangat penting untuk menentukan akhir konflik tersebut.

5 Fakta Penting Tentang Yerusalem - Dunia Tempo.co

 

Namun, sesungguhnya potensi konflik di sana sudah ada sejak berabad lampau. Mari kita menilik tentang kota Yerusalem yang diperebutkan Israel dan Palestina.

1. Bagi umat Kristen, Islam dan Yahudi, Yerusalem punya status yang sangat penting.

Mengutip dari http://buycheapmichaelkorsoutlet.com/ Yerusalem merupakan salah satu kota tertua di dunia. Setiap jengkal yang ada saat ini adalah hasil dari pembangunan, penjajahan, penghancuran dan pembangunan kembali oleh pihak yang berbeda-beda dari waktu ke waktu.

Kota ini memiliki arti penting bagi para umat dari tiga agama berbeda: Kristen, Islam dan Yahudi. Sebabnya adalah sejumlah situs suci dari ketiga agama dibangun saling berdekatan—bahkan tumpang tindih—di kota tersebut.

2. Perebutan Yerusalem oleh Israel dan Palestina terjadi di era modern.

Salah satu kejadian sejarah paling di ingat di mana perang terjadi untuk merebutkan Yerusalem adalah periode Perang Salib yang berlangsung selama hampir 200 tahun. Namun, konflik Israel-Palestina di mulai di era modern, lebih tepatnya pada abad 20.

3. Israel, secara unilateral, menganeksasi Yerusalem dan mengklaimnya sebagai ibu kota yang sebenarnya.

Melansir dari http://ii2.cc PBB mulai turun tangan ketika konflik semakin tak terhindarkan. Usai Perang Dunia II, tepatnya pada 1947, PBB mengumumkan bahwa Yerusalem adalah “Kota Internasional”. Namun, Israel mendeklarasikan kemerdekaan setahun kemudian yang di ikuti oleh peperangan melawan pihak-pihak yang menolaknya.

Dua tahun kemudian perang berakhir dan Israel mengontrol bagian barat Yerusalem. Sedangkan Yordania menguasai bagian timur, termasuk Kota Lama yang sangat terkenal itu. Perang kembali terjadi pada 1967 yang di kenal sebagai Perang Enam Hari. Hasilnya, Israel merebut Yerusalem Timur dari Yordania.

Maka, tak heran bila para pemimpin dunia memprotes pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh Trump. Keputusan itu akan menguntungkan Israel di meja perundingan karena Amerika Serikat adalah pihak kunci di dalamnya. Pemerintah Israel juga akan merasa mereka jauh lebih punya legitimasi di atas warga Palestina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *