Pertumbuhan Investor Retail Pasar Saham Indonesia Terdongkrak Kebijakan WFH

Pertumbuhan Investor Retail Pasar Saham Indonesia Terdongkrak Kebijakan WFH

Pertumbuhan Investor Retail Pasar Saham Indonesia Terdongkrak Kebijakan WFH

Pertumbuhan Investor Retail Pasar Saham Indonesia Terdongkrak Kebijakan WFH – Pemerintah mengeluarkan kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah untuk menghambat penyebaran Virus Corona. Kebijakan ini ternyata berdampak positif di pasar saham Indonesia.

Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kondisi WFH membawa fenomena baru di perdagangan saham Indonesia. Di mana pertumbuhan investor retail domestik terus naik. Sebab, pemilik dana memiliki waktu yang cukup banyak untuk mengamati saham-saham apa saja yang bisa dibeli setiap harinya

Frederica mengatakan, beberapa perusahaan yang melakukan pencatatan awal di bursa efek Indonesia sempat mendapat cibiran tidak akan dilirik oleh pasar saham. Namun pada kenyataannya, masyarakat tertarik melakukan pembelian karena memiliki waktu yang relatif panjang untuk menimbang segala keputusan.

“Kalau tadinya mungkin ngantor nggak punya waktu, ini di rumah tidak dilihatin bos jadi aktif. Ini sangat membantu market kita. Ada perusahaan nekat IPO mereka dibantu oleh keberadaan investor domestik. Ini juga menjadi tujuan beberapa negara untuk meningkatkan partisipasi,” jelasnya.

Dengan adanya salah satu hal positif ini, dia percaya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke depan mampu rebound setelah sempat menyentuh angka 3.900. Kondisi pemulihan tersebut juga tergantung kebijakan pemerintah.

Gerak Saham Hari Ini

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada penutupan perdagangan jelang akhir pekan ini. Investor asing jual saham Rp 108,25 miliar di pasar regular.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (3/7/2020), IHSG ditutup naik 7,01 poin atau 0,14 persen ke posisi 4.973,79. Sementara itu, indeks saham LQ45 naik 1,37 persen ke posisi 769,81.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.997,48 dan terendah 4.964,10.

Sebanyak 176 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 222 saham melemah dan 172 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 611.818 kali dengan volume perdagangan 6,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,1 triliun.

Investor asing jual saham Rp 108,25 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.550.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, empat sektor berada di zona merah, antara lain sektor konstruksi yang turun 1,56 persen, sektor aneka industri turun 0,36 persen, sektor perkebunan turun 0,32 persen dan sektor keuangan turun 0,23 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *