Postur Sementara RAPBN 2021

Postur Sementara RAPBN 2021

Postur Sementara RAPBN 2021

Postur Sementara RAPBN 2021, – Pemerintah baru saja melakukan rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengenai Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara ( RAPBN) 2021.

Di dalam rapat tersebut, ada beberapa perubahan jika dibandingkan dengan postur sementara yang sempat disampaikan Presiden Joko Widodo ketika Nota Keuangan Agustus lalu.

Dikutip dari http://canoecreekgolf.com, Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan penetapan pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen sudah menggambarkan harapan dan kehati-hatian pemerintah terhadap kondisi ketidakpastian COVID-19 yang masih terjadi di tahun 2020 dan diperkirakan masih berlangsung hingga 2021.

“Telah ditetapkan titiknya di 5 persen. Saya rasa ini keputusan yang tepat dan baik, menggambarkan harapan namun juga kehati-hatian dari kondisi 2021,” jelas Sri Mulyani ketika memberikan paparan di dalam rapat tersebut, Jumat.

1. Inflasi masih sama dengan nota keuangan 2021

Sementara, untuk asumsi makro lainnya sama dengan nota keuangan di tahun 2021. Inflasi ditetapkan 3 persen, kurs rupiah Rp 14.600 per dolar AS, hingga suku bunga SBN 10 tahun 7,29 persen.

Kemudian harga minyak mentah Indonesia (ICP): USD 45 per barel. Lifting minyak mentah Indonesia: 705 ribu barel per hari. Lifting gas bumi: 1,007 juta barel setara minyak per hari.

“Yang berubah adalah cost recovery yang menurun dari 8,5 miliar dolar AS, menjadi 8 miliar dolar AS. Turun 500 juta dolar AS,” tambahnya.

2. Berikut postur yang tidak mengalami perubahan dari nota keuangan

Untuk sasaran pembangunan ekonomi juga tidak ada perubahan yakni, tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 7,7-9,1 persen, tingkat kemiskinan mencapai 9,2-9,7 persen, Gini rasio 0,377-0,379.

Lalu untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 72,78-72,95 dan Nilai tukar petani (NTP) 102. Nilai tukar nelayan (NTN) 104.

“Ini adalah yang jadi basis asumsi kita untuk menghitung dari APBN 2021 dan sekaligus ada beberapa target pembangunan,” tuturnya.

3. Penerimaan perpajakan tahun 2021 turun

Sementara tahun depan penerimaan perpajakan turun hingga Rp37,4 triliun dari yang sebelumnya ditargetkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dana Belanja Negara (RAPBN) 2021.

“Ini karena dari perkembangan penerimaan pajak kita hingga agustus ini. Dan kita proyeksikan sampai akhir tahun memang lebih rendah dari perpres 72, ujarnya.

Adapun penenerimaan pajak untuk tahun 2021 menjadi Rp1229, 6 triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *