Syarat Industri Transportasi Bisa Kembali Bangkit

Syarat Industri Transportasi Bisa Kembali Bangkit

Syarat Industri Transportasi Bisa Kembali Bangkit

Syarat Industri Transportasi Bisa Kembali Bangkit – President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin menilai perlu adanya peningkatan kolaborasi di antara stakeholder agar industri penerbangan kembali pulih di tengah pandemi Covid-19.

Menurut dia, sektor penerbangan berkontribusi besar dalam mendukung aktivitas dan perekonomian Indonesia. Misalnya, moda transportasi tersebut memiliki tiga kelebihan, yaitu flexibility, capacity dan connectivity.

“Jangan sampai tiga kelebihan yang dimiliki sektor penerbangan itu menghilang begitu saja karena pandemi Covid-19.

Harus ada perbaikan supaya kontribusi sektor penerbangan tetap terjaga dan ditingkatkan pada masa adaptasi kebiasaan baru ini,” ujar Awaluddin dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menekankan pentingnya penerapan disiplin protokol kesehatan agar industri transportasi dapat kembali bangkit.

Dirinya berujar, sektor transportasi mengalami penurunan 30 persen hingga 70 persen akibat dampak pandemi ini.

Oleh karenanya, operasional transportasi baik darat, laut maupun udara harus dilengkapi dengan protokol kesehatan yang ketat agar pandemi tidak semakin mewabah, sehingga masyarakat bisa merasa aman kembali saat menggunakan transportasi umum

“Kita tahu, transportasi adalah darahnya ekonomi. Ekonomi sekarang terkoreksi karena (pergerakan) transportasi menurun,” ujarnya dalam pembukaan webinar, Rabu.

Menhub mencontohkan beberapa kasus industri aviasi yang terdampak pandemi seperti Air France, Virgin Australia hingga Thai Airways. Situasi global yang sedang tidak menguntungkan bisa sangat mempengaruhi industri nasional jika penerapan protokol kesehatan tidak dimaksimalkan.

Dirinya juga menekankan pentingnya berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk merumuskan kebijakan beriringan dengan penerapan protokol kesehatan. Namun, kebijakan juga tidak boleh terlalu progresif.

“Kita nggak boleh terlalu optimis membuat prediksi terlalu dini, nggak boleh progresif, tapi kita harus terukur,” ujarnya.

Awaluddin menambahkan, saat ini ada tiga isu yang harus diselesaikan oleh stakeholder transportasi udara, yaitu terkait slot time penerbangan, rute penerbangan dan frekuensi penerbangan di dalam satu rute.

“Slot time penerbangan harus dimaksimalkan, lalu rute penerbangan harus kembali diaktifkan, dan frekuensi penerbangan di rute yang sudah aktif harus ditingkatkan dari yang ada sekarang,” kata dia.

Di tengah pandemi ini, lanjut, PT Angkasa Pura II selaku operator bandara akan memaksimalkan slot time penerbangan di bandara.

Protokol Kesehatan

Adaptasi baru harus benar-benar dipahami sebagai kegiatan normal baru yang menyisipkan kegiatan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya.

“Adaptasi baru itu bagus. Dengan berdamai dengan Covid-19, kita bisa menjalankan adaptasi baru dengan baik,” tuturnya.

Jika protokol kesehatan dijalankan dengan disiplin, diharapkan pergerakan transportasi akan semakin optimal dan pertumbuhan ekonomi juga akan berangsur membaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *